Tampilkan postingan dengan label Artikel - Upacara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel - Upacara. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Maret 2008

Tilem

HARI TILEM
Hari Tilem di rayakan saat bulan berada dalam keadaan mati, yaitu tidak bersinar.
Pada hari tilem patut dilaksanakan pembersihan diri dengan melukat seluruh kotoran yang berada pada diri pribadi masing-masing.
Persembahan Upacara : pada tempat-tempat suci berupa wangi-wangian dan pembersihan untuk memohon pesucian diri, kemudian di lanjutkan dengan renungan suci.

Purnama

HARI PURNAMA
Purnama dirayakan setiap bulan timbul dalam keadaan paling sempurna sinarnya yaitu penuh bundar. Hari Purnama, merupakan saat beryoganya ‘Bhatara Parameswara’ Sanghyang Purusangkara, disertai para dewa , widyadara-widyadari turun dari kahyangan membersihkan dan menyucikan alam.
Pada saat itu pendeta mengadakan pemujaan terhadap sanghyang Bulan dan Matahari, mempersembahkan upakara berupa “Tarpana” kehadapan Sanghyang Kawitan disertai upakara ‘Tadah Sukla’ atau ‘Tadah Pawitra’ kehadapan sanghyang bulan.
Dipersembahkan Upakara : Penek kuning, prayastite luwih, suci memakai daging ayam putih siyungan, dan dibawah mempersembahkan segehan agung.
Selesai pemujaan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama, kemudian dilanjutkan dengan semadi atau renungan suci.

Pada masing-masing tempat suci baik itu di sanggah, merajan dan lain sejenisnya dipersembahkan upakara berupa canang lenge wangi, burat wangi, pembersihan dan wangi-wangian.

Kajeng Kliwon

KAJENG KLIWON
Dirayakan setiap 15 (lima belas) hari sekali.
Tempat Upacara :
Sama seperti hari kliwon, hanya ada sedikit perbedaan yaitu pada segehan warna.
- Untuk Dinatar Pekarangan :
Segehan warna empat : putih di timur, merah diselatan, kuning di barat, hitam di utara.
Memakai lauk : Bawang, jahe, garam, dan arang serta tetabuhan arak, brem, tuak, toya ning dan api takep.
- Untuk Dinatar Merajan :
Segehan Panca Warna : yaitu catur warna ditambah ditengahnya berwarna brumbun yaitu campuran dari yang keempat tadi. Sarana yang lainnya sama dengan yang dinatar pekarangan.
- Untuk Di Lebuh :
Segehan warna putih sebanyak 9 tanding, perlengkapan lainnya sama dengan diatas.
- Untuk Di Penunggun Karang :
Di pengijeng karang dihaturkan segehan kepel, poleng yaitu berwarna hitam dan putih, sarana perlengkapannya sama dengan yang di atas.
- Untuk Di Parhyangan :
Sanggah, pelinggih atau yang sejenisnya.
Upacaranya : Canang pembersihan, dan wangi-wangian serta banten ketupat.

Pancawara kliwon

PANCAWARA KLIWON
Dirayakan setiap 5 (lima hari) sekali, Kliwon merupakan saat beryoganya ‘Bhatara Ciwa’ yaitu manifestasi Hyang Widhi Wase yang berfungsi untuk mralina atau melebur.
Tempat Upacara :
- Untuk Di Pemerajan :
Upacara yang dipersembahkan adalah wangi-wangian dan dupa harum.
- Dinatar Pemerajan :
Untuk Sang Bhuta Bhucari dihaturkan sebanyak 3 tanding segehan kepel.
Masing-masing 1 tanding, berisi 2 kepel, semuanya dijadikan satu tempat.
- Dinatar Pekarangan :
Untuk Sang Kala Buchari, upakaranya sama dengan dinatar pemerajan.
- Pada Lebuh :

Di tempat sebelah kanan pintu masuk pekarangan untuk sang adurgha Buchari, upacaranya sama dengan di natar pemerajan, natar pekarangan.