VEDA SMERTI
Pitaraksati kaumere, bharta raksati yauvane,
raksanti sthavire putra na, stri svatantryam
arhati.
( Veda Smerti, IX.3 ).
Artinya:
Selagi ia masih kecil, seorang ayahlah yang melindungi,
dan setelah dewasa suaminyalah yang melindunginya,
dan setelah ia tua putra-putrinyalah yang melindunginya,
Wanita tidak pernah layak bebas.
Rabu, 19 Maret 2008
Veda Smerti
Sarasamuccya
Iwih awayawanya, tan wruh mangaji kunang,
wwang tanpamas, wwang mudha,
Artinya :
Inilah patut dihindari, yaitu mencela orang yang cacad karena kurang atau lebih anggota tubuhnya, orang buta huruf, orang sengsara, orang yang tak bertenaga dan tercela pula, orang yang ditimpa kecelakaan, orang miskin, orang bodoh, begitu pun orang yang penakut orang-orang itu janganlah dicerca, diaibkan. Berkata atau mengeluarkan kata-kata yang demikian itu merupakan penghinaan.
Matangnyan mangke sang mahapandita,
yatnajuga sira amiheri ujarnira,
Artinya :
Oleh karena itu, orang yang arif bijaksana, orang yang berjanji atas dirinya berpegang kepada kebenaran, tidak mencaci orang, tidak memfitnah, tidak mencela, lagi pula tidak berkata dusta (berbohong), melainkan giat berusaha menahan ucapan-ucapannya, dan memelihara agar orang lain jangan sampai terluka karenanya.
Apang ikang sih ya ika mulaning prihati, si nimttaning kahrt,
kawandhana, prastawa ning anemu duhkha tika.
(Sarasamuscaya, 478).
Artinya :
Karena kecintaan itulah asal mula kesedihan hati, kecintaan menyebabkan orang terkenang, terbelenggu , itu yang menjadi mula sebab orang mengalami duka cita.
Nitisastra
NITISASTRA
Nasti meghasamam toyam nasti catmasasamam balam nasti caksuh samam tejo,
nasti canna samam priyam.
(Canakya, Nitisastra, 17).
Artinya :
Tidak ada air yang menyamai air hujan, tidak ada kekuatan yang lebih dari pada kekuatan sendiri, tidak ada sinar yang melebihi sinar mata, dan selain beras tidak ada sesuatu yang lebih disenangi orang.
Vidyarthi sevakah pantha ksudharto bhaya - katarah,
bhadari pratihari casapta suptan prabodhayet.
(Canakya, Niti Sastra, 6)
Artinya :
Murid, pelayan yang sedang mengadakan perjalanan. yang sedang menderita, yang sedang dalam bahaya maut penjaga harta dan penjaga pintu masuk istana, ketujuh ini katau tertidur harus dibangunkan.
Manawa Dharmacastra
MANAWA DHARMACASTRA
Idanim purusam atrasya phalam dharman wang manah,
samyama maha,
Yasya wang manasi cuddha samyaggupe ca sarwada,
sa wai sarwamawapnoti wedanto pagatam phalam.
(Manawa Dharmacastra, Buku II:160)
Artinya :
Ia yang kata dan pikirannya suci dan selalu
dikendalikan dengan sempurna menerima pahala yang
sepenuhnya diperuntukkan bagi pelaksanaan pelajaran Weda.
Narumtudah syad arto ‘pi na,
paradroha karmadhih,
yayasyodwijate waca,
nalokyam tamudirayet.
(Manawa Dharmacastra, Buku II:161)
Artinya :
Walaupun dalam kemarahan atau kesedihan,
janganlah hendaknya mempergunakan kata-kata yang tajam,
janganlah menyakiti orang lain dalam pikiran maupun kelakuan,
janganlah hendaknya mengucapkan kata-kata yang menyebabkan orang takut terhadapnya, karena hal itu akan menghalangi dirinya mencapal surga.

